Siapa Kami

Jl. Dharmahusada Indah Utara I/25; Surabaya
(031) 5947322 / 0813-3871-2411

Menu

Ny. Yasin ZeinApa yang ada dalam benak Anda, ketika melihat aneka bentuk dan penampakan kue-kue tradisional yang serba mungil? Tentu ingin mencicipinya, bukan? Tak berlebihan jika toko kue ‘Ny. Yasin Zein’ yang terletak di Jl. Dharmahusada Indah Utara Surabaya ini mengusung kue-kue tradisional sebagai sajian utama dan selalu ramai dipadati pengunjung. Apa di balik keistimewaan kue tradisionalnya?

Awal Merintis Usaha

Kecintaan seseorang terhadap satu hal, ternyata bisa menghasilkan sebuah kesuksesan. Hal ini tercermin dari usaha toko kue berlabel ‘Ny. Yasin Zein’. Berawal pada tahun 1965 di bilangan Kedung Sroko III, seorang ibu dari Pulau Bangka yang bernama lengkap Minami Budiman ini mencoba menyalurkan hobinya yang suka membuat kue-kue. Di mana saat itu kue mangkuk yang terbuat dari bahan tepung beras giling menjadi andalannya. Dengan hasil jadi hanya 15 buah, kue ini dititipkan di pasar-pasar. Karena niatnya yang ingin melestarikan kue-kue tradisional, akhirnya beliau menambah variasi dan membentuk kue-kue tradisional menjadi rapi, mungil dan indah sehingga mempercantik dan menimbulkan selera santap. Pada tahun 1986, Minami dan keluarga pindah ke kawasan Dharmahusada dan membuka usaha toko kue ini menjadi lebih luas yang diberi nama ‘Toko Kue Tradisional Ny. Yasin Zein’ yang diambil dari nama sang suami, ungkap Ny. Yasin Zein.

Secara umum kesan akrab dan santai akan terasa begitu singgah di toko kue yang satu ini. Dengan bangunan rumah yang cukup luas, nampak beberapa etalase yang berisi anek kue terpajang di dalamnya. Dan, beberapa kuris plus meja bulat juga menghiasi dalam toko. Kini toko kue ‘Ny. Yasin Zein’ makin ramai dan di gerainya tersaji puluhan kue-kue tradisional. Baik itu kue basah (bikang Ambon, kue mangkuk, aneka talam, ongol-ongol, putri mandi, ketan srikaya, dll.), kue asin (lemper, pastel, risoles, sosis Solo, bakcang, dll.) dan masih banyak lagi.

Sebagai pelengkap beragam jenis cake (black forest, lapis legit, spiku, roll cake, dll.), sus & pie, pastry (cum-cum, gamalen, sus brood, dll.), aneka roti (rasa coklat, pisang, nanas, dll), puding aneka rasa hingga kue kering (nastar, putri salju, lidah kucing, kastengels, dll.) juga melengkapi etalase.

"Meski didominasi kue tradisional yang memiliki porsi dan bentuk serba mungil, namun macamnya cukup banyak sehingga pembeli tidak akan pernah bosan untuk mencicipi beberapa jenis kue tanpa harus merasa kekenyangan," tutur bu Yasin. Tak ketinggalan hampir semua kue-kue dikemas dalam wadah yang menarik sehingga tampak mengesankan.

Dan yang perlu diingat, “Semua kue di sini tanpa menggunakan bahan pengawet, bahkan dalam penggunaan bahan baku harus dijaga kualitasnya, sehingga tidak akan merubah citarasa kue tradisional tersebut dan bertahan selama 24 jam”, lanjut ibu 3 putra 1 putri ini.